Senin, 23 September 2013

[Artikel Komas] Tips Aman Menggunakan WiFi Hotspot

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. 

Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant(PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Namun keamanan yang diharapkan kadang membuat pengguna kwatir,hal ini disebabkan semakin banyaknya aplikasi yang bisa membajak serta mengintip jalur lalu lintas dari wifi tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut berikut Tips Aman Menggunakan Jaringan Wifi Hotspot :

1. Gunakan Firewall

Aktifkan Windows Firewall pada komputer Anda, dan gunakan set pengaturan ke jaringan publik (Public Network) untuk pengaksesan yang lebih aman. Ada beberapa software firewall yang disediakan oleh pihak ketiga, seperti ZoneAlarm Free Firewall yang melindungi terhadap serangan hack, mengontrol bagaimana program-program mengakses internet dan menawarkan perlindungan identitas (identity protection).

Anda harus mengaktifkan firewall Anda, baik itu Anda di rumah atau di jalan, terlebih lagi jika Anda terhubung ke hotspot publik.

2. Gunakan VPN

Gunakan produk VPN pihak ketiga seperti HotSpot Shield, GoTrusted Secure Tunnel 2 atau pilihan semua berbasis cloud seperti Hotspot VPN. Solusi ini melindungi dengan cara menciptakan jaringan pribadi virtual antara mesin dan jaringan virtual mereka. Tetapi dengan menggunakan VPN ini dapat menyebabkan proses browsing dan download file dapat sedikit lebih lambat menggunakan VPN.

3. Pilih Jaringan Yang Lebih Aman

Jika Anda memiliki pilihan, pilihlah yang menggunakan beberapa macam atau  bentuk enkripsi. Anda bisa membedakan mana jaringan yang dijamin oleh Windows 7.

Jika kita mengarahkan mouse ke masing-masing SSID yang ditemukan akan menampilkan tipe keamanan. Cobalah untuk menghindari jaringan dengan tipe keamanan “Unsecured”

4. Perkuat Keamanan

Menggunakan software antivirus adalah sesuatu yang sangat baik, tetapi Anda juga harus memberikan pertahanan pada file data Anda dari seseorang yang tidak dikehendaki. Pada Windows, menyembunyikan folder yang berisi data “penting” itu mudah untuk dilakukan dengan cara meng-HIDDEN.

5. Tetapkan Lokasi Jaringan

Bila Anda baru pertama kali terhubung ke koneksi jaringan dengan menggunakan Windows 7, akan muncul jendela pop-up yaitu “Tetapkan Lokasi Jaringan” (Set Network Location) secara otomatis. Pastikan Anda mengatur ke “Public Network” ketika diminta, jika Anda terhubung ke hotspot publik. Hal ini berfungsi untuk (keamanan) mem-blok file dan printer sharing yang ada di komputer Anda.

6. Hindari Melakukan Transaksi Perbankan Melalui Hotspot Publik

Jika memungkinkan, hindari melakukan transaksi-transaksi yang penting seperti membayar tagihan, mengakses rekening bank Anda, atau menggunakan kartu kredit Anda ketika terhubung ke Wi-Fi publik.

7. Menggunakan HTTPS dan SSL Pada Saat Browsing

Banyak situs yang menggunakan HTTPS dan SSL untuk membuat koneksi Anda kepada mereka lebih aman. Keduanya adalah protokol yang menyediakan komunikasi yang terenkripsi. Sebagai contoh, Anda dapat mengakses Gmail melalui http://www.bca.co.id atauhttps://www.bca.co.id Kebanyakan lembaga keuangan menggunakan SSL di situs mereka.

8. Tidak Memilih Layanan Simpan Password

Ada begitu banyak password untuk diingat. Website dan browser selamanya menanyakan apakah Anda ingin menyimpan dan menampilkan kembali password.

Sebuah pedoman umum: mungkin lebih baik Anda tidak menyimpan username dan password di mana saja, terutama ketika Anda melakukan akses ke situs perbankan dan sejenisnya.

Jika Anda memiliki kesulitan mengingat password Anda, gunakan utilitas seperti AlPass yang sangat baik untuk menyimpan data login Anda.

9. Menghapus Data Penting Dari Perangkat

Jika memungkinkan, hapuslah data penting Anda dari perangkat Anda atau backup-lah ke tempat penyimpanan eksternal Anda.

Yang perlu diingat pada saat kita menghapus data, kadang kita hanya menghapus data tersebut dari folder tempat penyimpanan file tersebut tetapi tidak menghapus secara permanen karena data tersebut tersimpan pada kotak sampah (Recycle Bin). Untuk menghapus data dari kotak sampah tersebut silahkan klik kanan pada icon Recycle Bin lalu pilih “Empty Recycle Bin”.

10. Update Aplikasi

Hal ini sangat tergantung pada si pemilik komputer, ditinjau dari segi penggunaan komputer itu sendiri. Jika kita selalu menginginkan perubahan aplikasi tertentu sesuai dengan perkembangannya maka hal ini sangat disarankan.

Sumber : BukaGoogle

0 komentar:

Posting Komentar