Sabtu, 02 November 2013

[Jurnal Sistem Informasi] IMPLEMENTASI KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT KEMATANGAN MANAJEMEN INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI

Benny Ranti, Johan Tambotoh

Abstrak


Salah satu pilar utama atau domain dari pengelolaan teknologi informasi (TI) adalah investasi TI. Oleh karena itu, strategi untuk mengelola investasi TI sangat penting untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pengelolaan TI (IT Governance). Perusahaan perlu mengetahui tingkat kematangan dari manajemen investasi TI yang dapat membantu mengelola investasi TI dengan benar. Penelitian ini melakukan pengukuran terhadap peningkatan level kematangan manajemen investasi TI pada perusahaan BUMN setelah mengaplikasikan studi kelayakan finansial berdasarkan Generic IS/IT Business Values oleh Ranti, pada setiap tahap investasi TI serta meningkatkan struktur organisasi TI dengan membentuk IT steering committee. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa level kematangan manajemen investasi TI meningkat dari level 1 menjadi level 3.


One of the key pillars or domains of Information Technology (IT) Governance is IT investment. Therefore, the strategy to manage IT investment is essential to support the successful implementation of IT Governance. Companies need to know the maturity level of IT investment management that can help them managing the IT investment properly. This research measures the increase of IT investment management maturity level of a state-owned company in Indonesia (BUMN) after applying the Financial Feasibility Study based on Ranti's Generic IS/IT Business Values in each IT investment stage as well as improving IT organization structure by forming IT Steering Committee. The result of this study indicates that the level of IT investment management maturity has increased from level 1 to level 3.

Sumber

[Contoh Kasus Komas] Sisi Canggih e-KTP

Jakarta (ANTARA News) - Selintas kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bernuansa biru langit yang sedang naik daun itu tak berbeda dengan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) hingga kartu berbelanja yang dikeluarkan oleh toko-toko swalayan.

Jutaan warga pemegang e-KTP mungkin tak terlalu peduli pada sisi canggih kartu mereka yang baru itu sampai ada pemberitaan di media massa bahwa e-KTP menurut Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 471.13/1826/SJ, 11 April 2013, tidak boleh difotokopi.


Warga pun lantas bertanya-tanya, apa beda e-KTP dengan KTP sebelumnya dan kartu-kartu yang lain dan apa isi dari e-KTP itu sehingga akan rusak jika difotokopi.


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar menampik jika e-KTP akan rusak jika difotokopi karena e-KTP dirancang mampu bertahan terhadap temperatur dari mulai minus 25 hingga 70 derajat Celsius.


"Kalau terpapar panas secara berlebihan memang bisa rusak. Tapi, kalau sinar mesin fotokopi itu sebetulnya tidak berlebihan, jadi berkali-kali difotokopi juga tak apa-apa," kata Marzan.


SE tersebut, ujarnya, lebih ditujukan kepada institusi pemerintah yang berkepentingan dengan e-KTP agar mulai menyiapkan "card reader" atau alat pembaca e-KTP.


E-KTP memang tak perlu lagi difotokopi karena sama saja artinya dengan menisbikan fungsi unggul dari sebuah kartu elektronik pintar yang dirancang mampu menjelaskan identitas setiap pemegang kartu.


Kartu Pintar

Kepala Bidang Sistem Elektronika Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Mohammad Mustafa Sarinanto mengatakan, berbeda dengan berbagai jenis kartu yang beredar di masyarakat, e-KTP memiliki chip.

"Kartu belanja kebanyakan sekedar kartu, sedangkan kartu ATM berbasis magnetic stripeyang datanya terbatas. Namun e-KTP sudah berbasis kartu pintar karena menggunakan chip, seperti kartu kredit keluaran baru yang memuat data besar," katanya.


Chip e-KTP ini, ujarnya, berbasis mikroprosesor dengan memori 8 kilobytes yang tak ubahnya komputer kecil penyimpan data serta memiliki kemampuan memprosesnya.


Chip tersebut memuat biodata pemegang e-KTP, termasuk tanda tangan digital, pasfoto, serta sidik jari, yang dengan alat pembaca kartu, bisa terhubung ke data center nasional secara terenkripsi dan diproses dengan sistem pengelola kunci (key management system). 


Chip dalam e-KTP ini, urainya, bersifat nirkontak (contactless) yang cara berkomunikasinya menggunakan frekuensi gelombang radio, dan antarmuka (interface) chipnya telah memenuhi standar ISO 14443 A dan 14443 B. 


Chip e-KTP ini juga tak tampak dari luar seperti halnya kartu kredit atau simcard telepon yang chipnya menonjol. Chip e-KTP berada di tengah tujuh lapis blangko berbahan dasar polyethylene terephthalate glycol (PET-G) berukuran 85,60x53,98 mm setebal 0,76-1 mm.


Desain fitur keamanan fisik e-KTP selain telah memperhatikan faktor temperatur, juga memiliki daya tahan terhadap tekanan, bahan kimia tertentu, dan faktor lainnya yang telah diuji di Sentra Teknologi Polimer BPPT.


Untuk mencegah tindak kriminal, e-KTP dilengkapi fitur keamanan tambahan pada blangko yang berguna untuk inisialisasi identifikasi dan verifikasi identitas, ujar Mustafa.


Pemanfaatan chip, jelasnya, juga didukung teknologi biometrik yang mampu mengidentifikasi ketunggalan identitas penduduk melalui tiga jenis data biometrik yakni foto wajah, 10 sidik jari, dan dua iris mata.


"Dengan teknologi ini, upaya mengubah data seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir dan lainnya tidak akan berhasil. Satu orang hanya bisa mendaftar sekali dan hanya mendapat satu KTP," katanya.


Teknologi biometrik, lanjut dia, juga berfungsi sebagai proses verifikasi, untuk memastikan bahwa e-KTP benar-benar dipegang oleh pemiliknya, yang bermanfaat untuk berbagai kebutuhan mendapatkan hak seperti jaminan kesejahteraan sosial, bantuan langsung tunai dan lain-lain.


Untuk berbagai kebutuhan tersebut, Kepala Program Penelitian dan Perekayasa e-KTP BPPT, Gembong Wibowanto, mengatakan, e-KTP juga membutuhkan alat pembaca kartu (card reader) yang juga telah disiapkan prototipenya oleh BPPT.


Tentukan Validitas

"Card Reader", ujar Gembong, mampu mendeteksi apakah suatu e-KTP valid atau tidak, karena jika palsu, meski dibuat sangat mirip, akan langsung diketahui. 

"Card reader juga akan menunjukkan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan identitas yang tercetak di e-KTP merupakan identitas resmi atau tidak," ujarnya.


Selain itu, jelas Gembong, alat pembaca kartu elektronik itu juga mampu memastikan apakah kartu itu dibawa oleh pemiliknya sendiri atau orang lain.


"Ini karena card reader dilengkapi dengan modul biometrik sidik jari yang meminta si pemegang e-KTP meletakkan jarinya di pemindai. Lalu card reader akan membandingkan kemiripan karakteristik sidik jari, yakni telunjuk kanan atau kiri si pemegang, dengan sidik jari yang terekam dalam e-KTP," katanya.


Bila tertulis "match" (sesuai), lanjutnya, berarti e-KTP itu dipegang oleh pemiliknya yang asli, dan bila tidak sesuai, berarti e-KTP itu bukan milik yang bersangkutan.


"Dengan demikian si pemegang kartu tak bisa mengambil haknya, misalnya mendapatkan BLT, raskin atau asuransi. E-KTP ini selain memiliki fungsi dasar sebagai otentikasi identitas, juga dirancang untuk multiguna," tambahnya. 


Pihaknya saat ini memang sedang mempersiapkan KTP elektronik generasi kedua yang akan lebih disempurnakan, misalnya dalam hal kapasitas chip yang bisa diperbesar dan memuat lebih banyak data pemegang KTP.


"E-KTP ke depan juga dimungkinkan untuk menggunakan aplikasi `0n-card`, dimana suatu instansi pemerintah yang melayani publik bisa menanamkan program di dalam e-KTP sebagai bagian dari sistem yang mereka kembangkan," kata Mustafa. 


Untuk saat ini, ia mengakui, e-KTP memang masih sama saja fungsinya dengan KTP konvensional berbahan kertas karton yang dilaminating dan difotokopi.


Fitur-fitur E-KTP yang serba canggih itu, untuk sementara memang tak tampak fungsinya, namun diharapkan dalam waktu tak lama lagi blangko dan chip hebat di dalamnya tak lagi jadi sekedar hiasan dan benar-benar bermanfaat di masyarakat. 

Sumber

[Jurnal Sistem Informasi] ANALISIS TINGKAT IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT PADA LEVEL KEMENTERIAN INDONESIA BERDASARKAN FRAMEWORK DELOITTE & TOUCHE

Putu Wuri Handayani, Nurulita Prihasti Kardia

Abstrak


Saat ini layanan internet telah banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunanya. Tidak terkecuali pemerintah yang memanfaatkan internet untuk memberikan layanan dan informasi kepada masyarakatnya. Penelitian ini membahas tentang layanan-layanan yang diberikan pemerintah secara online untuk mengetahui sejauh mana penerapan e-government yang dilakukan oleh pemerintah pada level kementerian berdasarkan framework Deloitte & Touche. Ruang lingkup penelitian ini adalah situs kementerian beserta direktoratnya, metode pendekatan yang digunakan untuk memetakan tingkat e-government yaitu framework Deloitte & Touche, serta kategori e-government Government-to-Citizen (G2C) dijadikan sebagai fokus penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi e-government di level kementerian sudah mencapai tingkat kedua, yaitu tahap “official” two-way transactions. Kementerian yang telah mencapai tahap ini antara lain Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kementerian Pendidikan Nasional.


Today, internet service has been widely used for various purposes in order to improve the effectiveness and efficiency of its users. No exception to the government that utilizes the internet to provide services and information to their communities. This study discusses about the online services provided by government to find out the extent to which the application of e-government conducted by the government at the Ministry level framework based on Deloitte & Touche. The scope of this study is the site of the Ministry and its directorate, the approach used to map the level of e-government framework that Deloitte & Touche, and other categories of e-government Government-to-Citizen (G2C) serve as the focus of this research. The method used in this study is a quantitative method. The result of this research is the implementation of e-government at the Ministry level has reached the second level, the stage of "official" two-way transactions. Ministry that has reached this stage include the Ministry of Justice, Ministry of Finance, Ministry of Manpower and Transmigration and the Ministry of National Education.

Sumber

[Contoh Kasus Komas] Nilai Tes CPNS Bisa Langsung Diketahui Melalui Pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT)

JAKARTA - Bertempat di lantai 2 gedung Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Senin (30/9), ratusan orang mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk menjadi CPNS di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Senin (30/9).
Kegiatan yang berlangsung tiga sesi dalam waktu sehari ini dipantau langsung Wakil Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Sekretaris Utama BKN Edy Sujitno, dan Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS BKN, Aris Windiyanto.
Aris Windiyanto menjelaskan bahwa melalui pemanfaatan CAT yang merupakan produk BKN ini, para peserta menjawab soal secara mudah dalam memilih jawaban yang benar dengan mengklik mouse.
“Karena penghitungan nilai (skor) peserta dilakukan oleh komputer secara akurat, hasil tes bersifat obyektif dan tidak dapat diubah-ubah,” tandas Aris Windiyanto.
Di samping tidak diperlukan lembar jawaban komputer (LJK) dan pensil khusus untuk komputer, melalui pelaksanaan TKD dengan CAT, para peserta dapat langsung mengetahui nilai masing-masing yang diperoleh setelah selesai mengerjakan soal.

Minggu, 20 Oktober 2013

[Artikel Komas] Penerapan Teknologi Informasi Pendidikan dalam Masyarakat

Teknologi informasi (information technology) mulai berkembang pesat di diawal tahun 1980-an. Pesatnya perkembangan teknologi ini didukung oleh pesatnya perkembangan 11 prosesor (chip) yang berfungsi sebagai otak sebuah komputer pribadi (Personal Computer). Perkembangan teknologi hardware ini diikuti pula oleh kemajuan dalam bidang software, meskipun perkembangannya jauh di belakang perkembangan hardware.

Pada mulanya, prosesor dan software dirancang untuk sebuah komputer pribadi yang berdiri sendiri (stand alone PC). Namun sejalan dengan perkembangannya, PC-PC tersebut akhirnya dapat diintegrasikan melalui suatu jaringan (network) secara fisik.  Sehingga kita mengenal berbagai jenis jaringan yang mengintegrasikan beberapa buah PC. Contoh jaringan yang sering kita jumpai adalah Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), dan Internet.


Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Saat ini telah banyak perusahaan swasta di Indonesia yang menyediakan jasa sambungan internet, misalnya IndoInternet, Radnet, D-Net, Idola, dan lain-lain.


Perusahan lain seperti PT Pos Indonesia yang juga menjadi penyedia jasa sambungan ke internet (Wasantara-Net) yang membuka cabang di setiap kota, yang kemudian menjadi pengembangan Nusantara 21. Nusantara 21 adalah jalan raya lintasan informasi yang menghubungkan seluruh kawasan nusantara dengan bandwidth yang sangat besar, sehingga memungkinkan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk (teks, grafis, suara dan video) dapat terjadi dengan cepat.


IT atau Information Technology memberikan kontribusi yang luar biasa dalam hal penyebaran materi informasi ke seluruh belahan dunia.  IT merupakan suatu alat Globalisator yang luar biasa, salah satu instrumen vital untuk memicu time-space compression (menyusutnya ruang dan waktu), karena kontaknya yang tidak bersifat fisik dan individual, maka ia bersifat massal dan melibatkan ribuan orang.  Seseorang bisa terhubung ke dunia virtual global untuk bermain informasi dengan ribuan komputer penyedia informasi yang dibutuhkan, hanya dengan berada di depan komputer yang terhubung dengan internet.


Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sedemikian pesat tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang di seluruh dunia. Dunia pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke dalam duina pendidikan telah menciptakan pengaruh besar. Mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.



Di tengah masalah dunia pendidikan Indonesia yang tak kunjung selesai, kehadiran teknologi informasi menjadi satu titik cerah yang diharapkan mampu memberi sumbangan berarti dalam meningkatkan mutu pendidikan.  Saat ini mutu pendidikan Indonesia masih sangat rendah. Laporan tahunan Human development Index UNDP tahun 2004 menempatkan Indonesia pada posisi 111 dari 175 negara. Adapun hasil survai tentang kualitas pendidikan di Asia yang dilakukan oleh PERC (The Political and Economic Risk Country), Indonesia berada pada posisi 12 atau yang terendah (Suara karya, 18 desember 2004). Peringkat ini sepertinya tidak mengalami pergeseran jauh sekarang ini mengingat problematika pendidikan yang masih  belum berubah.
Mengingat tofografi dan demografi penduduk Indonesia yang kurang menguntungkan, maka kita sudah saatnya memikirkan sistem pendidikan yang dapat dijangkau oleh penduduk paling terpencil dan paling minim sumber dayanya. Dilihat dari upaya penerapan teknologi tersebut, sungguh banyak potensi yang dapat dijadikan modal dasar penerapan teknologi informasi dalam pendidikan masyarakat.
Ada beberapa alasan teknologi informasi dapat diterapkan dalam pendidikan masyarakat, di antaranya:
1. Masyarakat sudah banyak yang memiliki komputer sendiri.
Hal ini memungkinkan dikembangkannya Paket belajar Personal-Interaktif. Paket ini dilakukan dengan cara memanfaatkan software pendidikan seperti : Computer Assisted Instructional (CAI) atau Computer-Based Training (CBT). Pada pemanfaatan jenis ini, informasi atau materi ajar dikemas dalam suatu software (perangkat lunak).  Peserta belajar dapat belajar dengan cara menjalankan program komputer atau perangkat lunak tersebut di komputer secara mandiri dan di lokasi masing-masing.  Melalui paket program belajar ini peserta dapat melakukan simulasi atau juga umpan balik kepada peserta ajar tentang kemajuan belajarnya.
2. Negara Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang tersebar dalam wilayah yang sangat luas, serta dihuni oleh lebih dari 200 juta pendiuduk dengan distribusi secara tidak homogen. Kondisi ini memang disadari menjadi kendala ketika akan diterapkan sistem pendidikan konvensional (tatap muka). Maka teknologi informasi yang mungkin diterapkan untuk kondisi tersebut adalah melalui jaringan internet.
Ada beberapa alternatif paradigma pendidikan melalui internet ini yang salah satunya adalah sistem “dot.com educational system” (Kardiawarman, 2000). Paradigma ini dapat mengitegrasikan beberapa sistem seperti:
(1) Paradigma virtual teacher resources
Paradigma yang dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus secara intensif memerlukan dukungan guru, karena peranan guru maya (virtual teacher) dan sebagian besar diambil alih oleh sistem belajar tersebut.
(2) Paradigma virtual school system
Paradigma  yang dapat membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang tidak memerlukan ruang dan waktu.  Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak terbatas. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, dimana saja, dan darimana saja.
(3) Paradigma cyber educational resources system, atau dot com leraning resources system.
Merupakan pedukung kedua paradigma di atas, dalam membantu akses terhadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet.
Semua paradigma tersebut di atas dapat diintegrasikan ke dalam suatu sistem pendidikan jarak jauh (distance educational) dengan pemanfaatan teknologi internet. Salah satu bentuk pemanfatan teknologi internet pada pendidikan jarak jauh adalah pengajaran berbasis Web yang dikenal dengan istilah e-Learning. Melalui media ini proses belajar dapat dijalankan secara on line atau di-download.  Untuk keperluan off line, peserta didik dapat mengakses sistem kapan saja dibutuhkan dan sesering mungkin (time independence), tidak terbatas pada jam belajar dan tidak tergantung pada tempat (place independence).  Fungsi lain yang dapat digunakan untuk proses belajar tersebut melalui e-mail atau grup diskusi, yang dapat berinteraksi dan mengirimkan naskah secara elektronik. Pada perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi informasi telah dibangun dalam suatu sistem yang disebut e-University (electronic university). Pengembangan e-University ini bertujuan mendukung penyelenggaraan pendidikan sehingga dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya baik di dalam (internal) maupun diluar (eksternal) perguruan tinggi tersebut
3. Kesamaan mutu dalam memperolah materi
Paket belajar terdistribusi dikembangkan  untuk kesamaan mutu dalam memperolah materi. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk Webpage, ataupun program belajar interaktif (CAI atau CBT). Materi belajar kemudian di tempatkan disebuah server yang tersambung ke internet  sehingga dapat diambil oleh peserta ajar baik memakai Web-Browser ataupun File Transport Protocol (aplikasi pengiriman file).
Seiring perkembangan teknologi informasi di masyarakat, teknologi informasi sudah waktunya dimanfaatkan dalam pendidikan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan model belajar berbasis teknologi informasi di masyarakat.  Model ini dikelola oleh pihak-pihak terkait mulai dari pengembangan bahan ajar, distribusi materi ajar, hingga penggunaan materi ajar. Disamping itu standariasasi perlu dilakukan dalam memberi jaminan mutu.
Melalui pemanfaatkan teknologi informasi (Komputer), seolah-olah materi ajar dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Akses terhadap materi ajar sebenarnya dapat diatur bila dikehendaki karena tersedia fasilitas pengaman di mana hanya orang yang telah mendaftar saja yang bisa mengakses materi ajar tersebut.
Mengingat negara bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka negara perlu menyediakan materi ajar dengan mempekerjakan pakar yang mempunyai dedikasi tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Mahalanya biaya honor dan pembuatan materi ajar bukan masalah, karena dapat dijustifikasi, apabila materi ajar tersebut dapat dipakai oleh segenap anggota masyarakat di Indonesia.
Ada dua materi ajar yang dapat dikembangkan:
1. Materi untuk Tutor (pendamping warga belajar) paket A dan paket B, sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuannya seiring dengan perkembangan zaman.
2. Materi ajar yang akan dikonsumsi oleh warga belajar (masyarakat luas).
Materi ajar ini adalah materi ajar yang dapat memberdayakan masyarakat, seperti keterampilan praktis yang segera dapat diterapkan nyata. Sebagai contoh : untuk daerah wisata, materi ajarnya kiat menjajakan souvenir.  Begitu pula untuk para nelayan di daerah pantai, untuk pengrajin, atau ibu rumah tangga dan profesi lainnya.  Dengan demikian apabila telah terdapat materi ajar yang distribusinya dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan komputer yang telah terapkan, maka mayarakat yang memerlukan materi ajar tersebut dapat dengan mudah mendapatkannya.
Persoalan mendasar berkenaan dengan model ajar ini adalah keterbatasan anggota masyarakat untuk mengopersikan komputer internet-nya dalam proses pengajaran. Oleh karena itu perlu ada aksi untuk menyiapkan masyarakat (ready for lerning), yaitu dengan cara melibatkan para penyuluh lapangan dari departemen terkait, mislanya penyuluh pertanian, penyuluh industri, aparat pemerintah setempat, dll.  Mereka ini petugas yang telah terlatih dan mengetahui materi ajar yang tersedia dan cara akses atau mendapatkannya. Mereka bertanggungjawab membantu kelompok masyarakat termasuk mengkomunikasikan materi ajar yang  tidak dipahami masyarakat sehingga dapat mempelajarinya dalam waktu tertentu.
Dalam kaitannya dengan perangkat lunak (software) komputer pendidikan, dan tidak bermaksud membatasi kreatifitas masing-masing, kita harus memikirkan standarisasi dari perangkat lunak (software) komputer pendidikan yang akan disajikan kepada masyarakat atau siswa di sekolah. Standarisasi ini dimaksudkan untuk mempertahankan mutu dan memberi jaminan mutu (quality assurance) outcome system pendidikan.
Saat ini telah banyak sekali sumber belajar yang berbasis komputer bahkan berbasis multimedia (buatan dalam dan luar negeri) baik yang berfungsi sebagai materi pokok, maupun sebagai materi pengayaan, namun penelitian tentang dampak dari penggunaan sumber belajar tersebut belum banyak dilakukan, terutama dalam hal kemungkinan adanya miskonsepsi yang ditimbulkan oleh sumber belajar itu. Oleh karena itu, studi tentang pengembangan, uji coba dan standarisasi perangkat lunak komputer kependidikan harus segera dilakukan oleh departemen atau pihak yang berkepentingan dan kita semua.

Minggu, 06 Oktober 2013

[Artikel Komas] Komputer Masyarakat (Pemanfaatan Aplikasi Komputer Dalam Berbagai Bidang)

Komputer dan masyarakat (computers in civilization) merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada Universita Haluoleo, mengapa komputer dihubungkan dengan masyarakat? mengapa bukan teknologi informasi yang dibahas? adalah John Preston orang yang mempopulerkan tema ini dalam bukunya Computer in a Changing Society dijelaskan bahwa teknologi informasi (TI) sekarang ini identik dengan komputer, bicara TI maka pasti berhubungan dengan komputer. Namun terlepas dari itu, komputer dan masyarakat merupakan sebuah studi tentang bagaimana pemanfaatan komputer di berbagai aspek kehidupan di masyarakat (sosial komputer), bagaimana komputer memberi pengaruh, bahkan membentuk budaya atau tren baru. Pada tulisan kali ini, saya mencoba membahas hal yang terkait dengan komputer dan masyarakat, yaitu pemanfaatan komputer pada berbagai bidang.
Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana komputer digunakan dalam bidang yang sering dijumpai di masyarakat:

1.Bisnis

Dalam bidang bisnis, bahkan tidak hanya bisnis, menggunakan komputer untuk membuat dokumen-dokumen seperti kontrak, brosur, surat, laporan tahunan, manual prosedur, pernyataan kebijakan, dll. Dokumen disimpan, dipanggil kembali, diedit, dan didistribusikan oleh komputer dengan menggunakan program yang secara umum disebut pengolah kata (word processing). Memo yang sebelumnya ditulis
pada kertas dan didistribusikan oleh bagian surat via pos, sekarang ditulis pada komputer dan didistribusikan dengan model surat elektronik (email).

2.Pendidikan
Pendidikan saat ini dapat secara signifikan dipengaruhi oleh penggunaan komputer untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Jika siswa dan guru menggunakan komputer atau internet pada waktu yang sama, ini disebut pertemuan kelas sinkronus. Jika siswa dan guru mengirim pesan dan bertukar informasi pada waktu yang berlainan, kelas ini disebut asinkronus. Istilah pendidikan jarak jauh sudah umum digunakan karena metode ini populer untuk mengajar banyak orang di area yang tersebar. Model pendidikan ini juga populer diantara siswa yang punya jadwal kerja padat dan berlokasi pada jarak yang jauh.

3.Kedokteran
Komputer dapat digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih baik dari tubuh pasien. Sinar-X adalah teknik tradisional yang merekam bayangan dua dimensi dari tulang pada film. Computerized Axial Tomography, juga dikenal sebagai CAT scan, adalah serangkaian gambar sinar-X dua dimensi yang digabungkan dengan komputer untuk mendapatkan gambar tiga dimensi.

4. Militer
Komputer digunakan untuk mensimulasi perilaku dari pesawat, kendaraan dan system senjata untuk memberikan praktik kepada para trainee (orang yang dilatih), dan memungkinkan mereka belajar dari kesalahan fatal yang mematikan. Komputer dapat merekan kinerja trainee dan menampilkannya kembali sehingga trainee dapat mengamati perilaku mereka sendiri dan belajar dari perilaku tersebut. Banyak orang militer masuk medan perang dengan pengalaman terbatas dalam hal penggunaan amunisi, tetapi simulasi sangat realistis sehingga mereka dapat melakukan tugas mereka dengan baik.

Senin, 23 September 2013

[Artikel Komas] Tips Aman Menggunakan WiFi Hotspot

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. 

Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant(PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Namun keamanan yang diharapkan kadang membuat pengguna kwatir,hal ini disebabkan semakin banyaknya aplikasi yang bisa membajak serta mengintip jalur lalu lintas dari wifi tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut berikut Tips Aman Menggunakan Jaringan Wifi Hotspot :

1. Gunakan Firewall

Aktifkan Windows Firewall pada komputer Anda, dan gunakan set pengaturan ke jaringan publik (Public Network) untuk pengaksesan yang lebih aman. Ada beberapa software firewall yang disediakan oleh pihak ketiga, seperti ZoneAlarm Free Firewall yang melindungi terhadap serangan hack, mengontrol bagaimana program-program mengakses internet dan menawarkan perlindungan identitas (identity protection).

Anda harus mengaktifkan firewall Anda, baik itu Anda di rumah atau di jalan, terlebih lagi jika Anda terhubung ke hotspot publik.

2. Gunakan VPN

Gunakan produk VPN pihak ketiga seperti HotSpot Shield, GoTrusted Secure Tunnel 2 atau pilihan semua berbasis cloud seperti Hotspot VPN. Solusi ini melindungi dengan cara menciptakan jaringan pribadi virtual antara mesin dan jaringan virtual mereka. Tetapi dengan menggunakan VPN ini dapat menyebabkan proses browsing dan download file dapat sedikit lebih lambat menggunakan VPN.

3. Pilih Jaringan Yang Lebih Aman

Jika Anda memiliki pilihan, pilihlah yang menggunakan beberapa macam atau  bentuk enkripsi. Anda bisa membedakan mana jaringan yang dijamin oleh Windows 7.

Jika kita mengarahkan mouse ke masing-masing SSID yang ditemukan akan menampilkan tipe keamanan. Cobalah untuk menghindari jaringan dengan tipe keamanan “Unsecured”

4. Perkuat Keamanan

Menggunakan software antivirus adalah sesuatu yang sangat baik, tetapi Anda juga harus memberikan pertahanan pada file data Anda dari seseorang yang tidak dikehendaki. Pada Windows, menyembunyikan folder yang berisi data “penting” itu mudah untuk dilakukan dengan cara meng-HIDDEN.

5. Tetapkan Lokasi Jaringan

Bila Anda baru pertama kali terhubung ke koneksi jaringan dengan menggunakan Windows 7, akan muncul jendela pop-up yaitu “Tetapkan Lokasi Jaringan” (Set Network Location) secara otomatis. Pastikan Anda mengatur ke “Public Network” ketika diminta, jika Anda terhubung ke hotspot publik. Hal ini berfungsi untuk (keamanan) mem-blok file dan printer sharing yang ada di komputer Anda.

6. Hindari Melakukan Transaksi Perbankan Melalui Hotspot Publik

Jika memungkinkan, hindari melakukan transaksi-transaksi yang penting seperti membayar tagihan, mengakses rekening bank Anda, atau menggunakan kartu kredit Anda ketika terhubung ke Wi-Fi publik.

7. Menggunakan HTTPS dan SSL Pada Saat Browsing

Banyak situs yang menggunakan HTTPS dan SSL untuk membuat koneksi Anda kepada mereka lebih aman. Keduanya adalah protokol yang menyediakan komunikasi yang terenkripsi. Sebagai contoh, Anda dapat mengakses Gmail melalui http://www.bca.co.id atauhttps://www.bca.co.id Kebanyakan lembaga keuangan menggunakan SSL di situs mereka.

8. Tidak Memilih Layanan Simpan Password

Ada begitu banyak password untuk diingat. Website dan browser selamanya menanyakan apakah Anda ingin menyimpan dan menampilkan kembali password.

Sebuah pedoman umum: mungkin lebih baik Anda tidak menyimpan username dan password di mana saja, terutama ketika Anda melakukan akses ke situs perbankan dan sejenisnya.

Jika Anda memiliki kesulitan mengingat password Anda, gunakan utilitas seperti AlPass yang sangat baik untuk menyimpan data login Anda.

9. Menghapus Data Penting Dari Perangkat

Jika memungkinkan, hapuslah data penting Anda dari perangkat Anda atau backup-lah ke tempat penyimpanan eksternal Anda.

Yang perlu diingat pada saat kita menghapus data, kadang kita hanya menghapus data tersebut dari folder tempat penyimpanan file tersebut tetapi tidak menghapus secara permanen karena data tersebut tersimpan pada kotak sampah (Recycle Bin). Untuk menghapus data dari kotak sampah tersebut silahkan klik kanan pada icon Recycle Bin lalu pilih “Empty Recycle Bin”.

10. Update Aplikasi

Hal ini sangat tergantung pada si pemilik komputer, ditinjau dari segi penggunaan komputer itu sendiri. Jika kita selalu menginginkan perubahan aplikasi tertentu sesuai dengan perkembangannya maka hal ini sangat disarankan.

Sumber : BukaGoogle

[Artikel Komas] Wah, Sapi Ternak Terhubung dengan Komputer

detail beritaESSEX - Tim peneliti asal Inggris menciptakan alat yang mempermudah kerja peternak dalam mengelola ternaknya. Sebuah peternakan sapi di Essex, Inggris, telah mengintegrasikan semua sapi di peternakan dengan internet.

Setiap sapi ditanamkan GPS dan dapat tersambung ke komputer yang terkoneksi dengan internet. Dari GPS tersebut peternak bisa memonitor keadaan sapi dengan melihat perilaku hidup setiap harinya. Dari data yang didapat dari hasil monitor keadaan sapi, peternak bisa mendeteksi lebih awal gejala-gejala penyakit yang dialami oleh ternaknya.

Tim peneliti dari proyek bernama Cow Tracking Project ini menempatkan perangkat sensor di sekitar kandang sapi untuk menghubungkan dengan GPS yang tertanam pada hewan ternak. Sensor tersebut akan memonitor pergerakan dan kebiasaan tidur sapi. Informasi yang didapat kemudian dikirimkan ke komputer peternak secara otomatis, dan membuat data berupa pola hidup untuk mempermudah peternak mendeteksi penyakit.

Dengan adanya teknologi ini, para peternak bisa mengirit biaya banyak seperti gaji pekerja yang mengawasi ternak dan antibiotik untuk mencegah penyakit. "Kami memperhitungkan biaya yang dapat dihemat mencapai 300 pounds (sekira Rp5,4 juta) dan bisa lebih banyak lagi," kata John Torrance, peternak sapi di essex seperti dikutip Mashable, Rabu (18/9/2013).

Cow Tracking Project juga bisa mengirimkan informasi ketika peternak tidak sedang berada di depan komputer untuk memonitor. Data tentang ternak dapat dikirimkan melalui pesan SMS dan email. Saat ini para sapi tersebut dapat pengawasan khusus selama 24 jam sehari.

Sumber : Okezone